Sebenarnya hipnosis adalah salah satu bentuk kondisi
kesadaran yang sangat rileks dan responsif terhadap arahan orang lain ataupun
diri sendiri. Rileks berarti Anda melepaskan diri dari kesibukan berlogika,
lepas dari memikirkan agenda kegiatan sehari-hari. Kondisi ini bisa dicapai dengan
cara menembus atau
menonaktifkan filter kritis
dari agar kita
dapat berkomunikasi langsung dengan alam bawah sadar.
Jadi tiga buah
fenomena yang wajib
terjadi dalam proses hipnosis adalah:
a. Penerobosan filter pikiran
kritis,
b. Peningkatan
sugestibilitas,
c. Pemikiran
yang terpusat.
Tugas seorang hipnotis adalah memastikan subyek Anda
mengalami ketiga hal tersebut, tentunya perlu mendapat persetujuan dan
kerjasama darinya.
Penembusan
Filter kritis
Karena Ilmu hipnotis adalah
restrukturisasi alam bawah sadar, maka kita perlu menembus pintu batas logika
analitis manusia.Misalnya, jika
Anda menanamkan afirmasi,
“Saya adalah seorang
multijutawan,” maka critical
factor Anda akan menganalisa sugesti
tersebut, membandingkannya dengan
kepercayaan Anda sebelumnya
tentang diri sendiri dan
keadaan, lalu menolaknya
mentah-mentah jika terasa
tidak cocok. Sugesti
itu baru bisa tertanam
dengan baik jika
Anda berhasil memprogramnya
ketika pintu filter
itu terbuka,penembusan faktor
kritis bisa dibagi beberapa hal:
Disiplin Sesuatu yang dipegang sebagai
kepercayaan dan norma kehidupan secara otomatis akan tertanam sebagai
bentuk ikatan hipnotis.
Misalnya, Anda secara
otomatis menutup mulut ketika menguap atau siaga menginjak rem ketika
melihat sorotan lampu berwarna merah. Jadi Anda dapat langsung
menembakkan sugesti ke
alam bawah sadar dengan
cara mengaitkannya dengan
hal lain yang sudah
lebih dahulu tertanam
sebagai bagian dari
disiplin dan kepercayaan Anda.
Otoritas. Ingat
baik-baik bagaimana Anda
terprogram otomatis untuk menyegani,
menuruti, atau bahkan mempercayakan diri kepada orang-orang yang menampilkan bentuk
otoritas tertentu. Misalnya,
dokter dengan jubah putihnya,
polisi berseragam, orang
yang menggunakan asesoris religius,dsb. Jika Anda menyampaikan sugesti dengan penuh otoritas, filter
kritis alam bawah sadar
akan sulit untuk
terus menutup diri. Salah
satu bentuk aplikasi
otoritas lainnya adalah
kisah kesaksian, mitos, legenda, hikayat, analogi, dan metafora.
Kisah-kisah yang tersebar
populer biasanya dianggap memiliki otoritas
kebenaran tertentu.
Repetisi. Sesuatu
yang Anda ulang
berkali-kali secara kontinyu,
sekalipun itu buruk
atau salah, pada akhirnya akan tembus pertahanan critical
factor dan ditelan mentah-mentah oleh alam bawah sadar. Alam bawah sadar
akan menangkapnya seperti
ini, “Ini terus
terjadi berulang-ulang, pasti
sesuatu yang berguna…
jadi rekam saja dan ikuti polanya lain kali.” Misalnya jika Anda
semenjak kecil terbiasa diledek bodoh, maka besar kemungkinannya setelah dewasa
Anda sulit menciptakan prestasi apapun karena alam bawah sadar menjalankan
program Anda sebagai pribadi yang bodoh,
Shock Ketika mengalami
kejutan, kesadaran emosional
Anda akan melonjak
tinggi seketika waktu
dan jatuh menukik tajam dengan sangat cepat ke alam bawah sadar,
menembus pagar critical factor; contoh yang paling visual dapat dilihat pada
fenomena orang latah. Dalam kasus lain, dapat juga berupa interupsi proram/perilaku yang
sedang dilakukan seseorang.
Interupsi tersebut akan
menciptakan kekosongan program yang dapat diselipkan sugesti-sugesti
tertentu
Tes
Sugestibilitas
Sebuah proses
hipnosis yang baik hampir sama seperti akting atau bermain pura-pura.
Agar bisa menampilkan akting yang baik, Anda harus menenggelamkan diri dalam sebuah arahan skenario, mengijinkan
imajinasi kreatif
Anda mengendalikan sistem pikiran Anda. Apapun yang sudah diarahkan dalam
skenario,
Anda menuruti sepenuhnya sesuai kreatifitas
Anda tanpa bertanya-tanya
apakah apa yang Anda lakukan sudah benar atau tidak.
Tes sugestibilitas dan convincers menguji kekuatan
imajinasi Anda, sehingga justru memperkuatnya dan membuatnya
lebih
dominan daripada sisi logika
Anda. Semakin hal itu terjadi, critical factor Anda semakin melemah dan pintu alam bawah sadar semakin terbuka. Jadi
ingatkan
klien Anda untuk mengesampingkan kemampuan berpikir kritisnya,
bermain menggunakan imajinasinya saja. Berikut
adalah sejumlah tes yang bisa Anda gunakan di sepanjang proses hipnosis.
Ilmu Hipnotis tes sugestibilitas
Book & Balloon
“Ulurkan kedua lengan Anda lurus ke depan persis setinggi bahu… telapak yang satu menghadap atas,
telapak lainnya menghadap bawah. Tutup mata Anda… dan bayangkan setumpuk buku berat… di atas pengelangan tangan ini… dan mengikat tali pada balon helium di pergelangan satunya lagi… rasakan
bagaimana kedua benda tersebut… melakukan apa yang sudah Anda mulai rasakan sekarang…”
Heavy Eyes
“Saya akan menghitung dari satu hingga
tiga… pada hitungan
ketiga, bukan sebelumnya… mata Anda
tetap melekat terpejam…
sulit terbuka seperti normal… karena
semakin Anda mencoba membukanya…
semakin erat kedua kelopak Anda nyaman melekat… terpejam, tertutup dengan rileks… satu, dua, tiga…
terpejam sekarang...”
Magnetic Arm
“Luruskan kedua tangan Anda ke depan, telapak tangan saling menghadap satu sama lain... pejamkan
mata, dan ijinkan imajinasi
Anda bekerja,
bebas, mengikuti perintah saya... sebentar
lagi Anda akan merasakan kedua telapak tangan
itu saling menarik... saling mendekat satu sama lain... seolah-olah
dua
buah kutub magnet... menarik dengan perlahan, seperti yang Anda bisa rasakan sekarang... sedikit demi
sedikit, tertarik, mendekat... biarkan imajinasi Anda aktif, menciptakan sensasi tersebut... sekarang...”
Finger Spread
“Taruh telapak tangan Anda… sekitar sepuluh
senti di depan wajah, dengan posisi
jari-jari
merapat
tertutup. Tarik nafas dalam-dalam… dan tatap tepat titik tengah di telapak tangan Anda… perhatikan titik tengah tersebut sambil terus menarik nafas… dan rasakan perlahan demi perlahan… jari-jari Anda mulai
merekah, melebar dengan sendirinya… ketika itu
terjadi, biarkan, ijinkan…
lepaskan
dengan sangat
perlahan… seiring dengan perekahan jari-jari Anda… kelopak mata Anda juga mulai melayu, memberat…
dan mengatup secara perlahan-lahan… biarkan tubuh Anda mengendalikannya, tertutup dengan rapat…”
Hand Locking
“Posisikan kedua tangan Anda yang saling menggenggam satu sama lain, seperti orang berdoa, erat tapi
santai… sebentar saya akan menghitung satu hingga tiga… dan setiap hitungan tersebut, ijinkan kedua tangan Anda menggenggam lebih erat… sekaligus lebih santai dan nyaman… lengket seperti dilumuri lem
perekat, atau seolah-olah tangan Anda adalah dua kutub magnet yang saling tarik-menarik… lalu
pada
hitungan ketiga,
keduanya melekat sangat erat… terlalu erat… terkunci hingga
sulit untuk dilepaskan… satu… rasakan sensasi rasa hangat yang menyelimuti permukaan telapak tangan Anda… yang saling bersentuhan satu sama lain… seperti merekat, namun belum
merekat… karena ini
masih awal… sebagian orang merasakan sensasi lainnya…
seperti yang Anda rasakan sekarang…
mungkin dingin, mungkin panas… mungkin bergantian… namun Anda mulai merasakan… telapak itu
seperti menyatu… sebentar lagi… dua… karena sensasi itu
semakin menguat… seolah-olah Anda kehilangan kendali… sulit untuk melepaskan… dan masih bisa
digerakkan
terpisah
walau
hanya sedikit… karena pikiran
Anda mulai terbagi saat ini…
mengapa kedua lengan tersebut terasa
bandel, melawan… sulit untuk dikendalikan… tiga… sulit untuk
dilepaskan… sulit untuk dipisahkan…
karena semakin Anda mencoba melepaskan…
semakin mereka melengket, merekat, kuat satu dengan lainnya…
seperti lem besi yang dilulurkan
dan menyatukannya… semakin Anda berusaha memisahkan…
semakin habis tenaga Anda karena gagal untuk melakukannya…”
Cataleptic Arm
“Sambil nanti saya menghitung
satu sampai sepuluh… tangan kanan Anda akan terangkat
lurus ke
depan… setinggi pundak Anda, perlahan-lahan
menjadi sangat lurus… sangat tegang, sangat keras…
satu…
tangan Anda bergerak naik… perlahan dengan sendirinya…
dua… Anda bisa merasakan
setiap otot… yang
berbicara satu dengan lainnya… bekerja
sama mengangkat lengan
atas Anda dengan tegang… tiga… lengan
bawah Anda juga mengambang ke atas… seolah-olah
diisi oleh
cairan semen yang masih hangat… namun
nanti akan membeku dengan keras…
saat semakin mendekati angka sepuluh…. empat… tangan kanan Anda mengambil posisi
yang sangat nyaman… di ketinggian pundak Anda… lima…
cairah semen hangat yang semakin memenuh… lubang-lubang
kapiler dan pori-pori Anda… enam… membuat Anda terasa
membeku… mengeras, terbentang ke depan… seperti logam
pedang yang mulai mendingin… tujuh… semakin kaku, semakin tajam… semakin membentang… delapan… semen cair sudah semakin dingin…
melekat, sulit untuk digerakkan sama sekali… sembilan… tangan
Anda terasa
berat… dan kaku… semakin Anda mencoba membengkokkannya… semakin tangan Anda gagal… dan terpaku begitu saja… sepuluh… tangan
Anda berada pada puncak ketegangannya…
keras,
dingin, kuat… lurus,
kokoh…
seperti besi pedang platinum… yang akan bertahan selama ratusan
tahun…”