Seorang hipnotis panggung
akan mendemonstrasikan efek-efek
komedi seperti kehilangan kendali gerak tubuh, amnesia, dan
berbagai jenis halusinasi. Para penonton
dibawa untuk mempercayai
kekuatan dari sang Hipnotis Panggung untuk mengontrol para
sukarelawannya.
Namun, sebenarnya
efek permainan hipnosis
panggung adalah kombinasi dari faktor psikologi sosial, seleksi subyek,
dan sugestibilitas umum tingkat rendah.
Para sukarelawan memang
pada dasarnya memiliki
hasrat untuk menjadi
pusat perhatian, sehingga mereka
maju ke panggung dan menyerukan “saya dihipnotis!” sebagai alasan untuk bebas
lepas mengekspresikan diri di luar kebiasaan normal. Sebagai seorang Hipnotis Panggung, ia hanya
bertugas untuk menuntun, memberi dukungan dan arahan bagi sukarelawan yang
mengijinkan dirinya terhipnosis ringan di atas panggung itu.
Semakin
lama ia berada
di panggung, semakin
dalam efek hipnosisnya,
sampai pada akhirnya sebagian
sukarelawan akan benar-benar tenggelam dalam hipnosis sehinga seolah- olah
‘tidak sadar’ akan apa yang ia lakukan.
Bagi sukarelawan yang
ternyata menolak untuk
bekerja sama, ia
akan dikirim keluar
dari panggung. Seorang Hipnotis Panggung akan memakai kesempatan tersebut untuk
‘memberikan contoh’ kepada para sukarelawan yang masih tersisa di panggung agar
mereka wajib menurut dan mengikuti permainan jika tidak ingin kehilangan
kesempatannya bermain- main di atas panggung.
Ini adalah rahasia
yang sama-sama diketahui
oleh seluruh ahli
sulap dan hipnotis
(dahulu kedua area itu
adalah satu), termasuk para trainer pelatihan hipnotis, namun
sangat amat sedikit sekali yang bersedia mengakuinya karena
alasan-alasan tertentu. Jadi jika
seseorang mengetahui hipnotisme hanya dari apa yang terlihat di media
(khususnya koran dan TV) maka mereka mendapatkan gambaran serta pemahaman yang
salah tentang bagaimana proses kerja
hipnosis.
Walaupun sekilas
terlihat serupa, hipnosis
panggung memiliki prinsip kerja yang sedikit berbeda dibandingkan dengan
hipnoterapi.
Rahasia ilmu hipnotis panggung
-efek authoritarian dan social compliance. Sebagian besar peserta yang ada di depan panggung tidak sesungguhnya mengalami trance, melainkan hanya sekedar mengikuti perintah sang hipnotis dan bersenang-senang menikmati perhatian dari orang.
-Kalaupun mengalami hipnosis, orang tersebut hanya mengalami trance ringan untuk memejamkan mata sehingga merasa rileks dan lepas dari tekanan. Dimulai dari efek-efek yang ringan saat mata terpejam. Semakin banyak ‘efek sugesti’ ringan yang diterima, semakin terlatih sang subyek untuk mengikuti efek yang lebih demanding saat subyek dalam keadaan mata terbuka.
-Hipnotis Panggung melakukan proses seleksi berkali-kali terhadap para sukarelawan yang maju ke panggung, sehingga ia hanya akan bermain dengan subyek yang sangat sugestif dan/atau suka mencari perhatian. Bagi subyek yang bekerjasama akan mendapatkan reward, sementara yang tidak bekerjasama akan kehilangan reward atau bahkan mendapat punishment
.
-Hipnotis Panggung umumnya merupakan media promosi bagi seorang hipnoterapis. Publik diajak untuk menonton sebuah demonstrasi yang membuat mereka yakin akan kekuatan hipnotis dan tertarik untuk mengikuti hipnoterapi dengan sang hipnotis.
-Hipnotis Panggung sesekali menggunakan efek sulap dan peranan stooge untuk memeriahkan suasana, serta meningkatkan sugestibilitas para sukarelawan yang terlibat di atas panggung.
-Seorang Hipnotis Panggung wajib mengasah keterampilan ilmu hipnotis nya dalam seleksi subyek, kreatifitas permainan, dan aura penampilan. Tiga hal yang tidak begitu diperlukan dalam hipnoterapi.
Prinsip pada Hipnotis Panggung ini sangat erat sekali
dengan prinsip mekanika yang terjadi pada
kejahatan bermodus hipnotis.
Unsur hipnosis yang
dipakai hanya sebatas
komunikasi yang persuasif, namun
sama sekali tidak
membuat orang kehilangan
kesadaran, apalagi bersedia melakukan
hal-hal yang diluar keinginannya. Jadi
tidakkah para Hipnotis Panggung itu berbohong ketika mereka bilang bahwa aksi
mereka menggunakan kekuatan alam pikiran bawah sadar dan hipnosis? Tentu tidak,
karena kapasitas mereka di saat
itu adalah sebagai
entertainer. Anda akan
bilang seorang aktor
dan aktris sebagai pembohong
ketika mereka sedang akting, bukan?
Justru mungkin yang lebih layak disebut sebagai pembohong adalah ketika
ada trainer / coach hipnotisme yang mengatakan
bahwa permainan hipnotis
panggung sebagai demonstrasi hipnosis sebenarnya. Karena
kapasitas orang tersebut dalam sebuah pelatihan adalah sebagai seorang guru
atau pelatih yang seharusnya mengajarkan rahasia ilmu hipnotis dengan mekanika yang sebenarnya.